Dianggap Tak Beradab, Gus Iqdam: Itu Jemaah Saya, Saya Sangat Mencintai Mereka


Gus Iqdam menghadirkan majelisnya sebagai tempat mengaji bagi orang- orang yang berideologi jalanan, marginal, dan kerap berurusan dengan dunia kriminal.
Dengan ciri khas dakwahnya yang lemah lembut, sopan dan lucu, Gus Iqdam mencoba untuk mengajak mereka agar mau mengaji bersama-sama.

Karena uniknya dan latar belakang kriminal, tak mengherankan jika peserta ngajinya dipandang sebelah mata, termasuk para garangan ST Nyell ini. 

Jemaahe Gus Iqdam nek sholawat ra ndue adab. Pegel aku, tak senggeli, tak senggeli tenan. Siapapun itu.
Lihatlah malam jumat, enek ta sitok sing ngrokok, gowo gendero neng pondok ono to? Gowo gendero gak ono, ngrokok ga enek. Pas baca sholawat tadi ga ada yang merokok," kata Gus Iqdam yang menggelar rutinan Senin Malam dan Kamis malam di Pondok Pesantren Mambaul Hikam II di Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Gus Iqdam tidak terima jika jemaahnya dibilang tak beradab, pasalnya di pondok saat sholawatan suah tidak ada yang merokok, maupun bawa bendera.
Padahal jemaahnya sangat random, ada penyanyi, pokoknya semua ada di tempat tersebut.

Ia mengatakan sering jika ada kejadian yang tidak mengenakan disebut jemaahnya. Ia mengaku tidak mempermasalahkan itu.

"Sudahlah semua orang yang buruk kamu katakan jemaah saya, tidak masalah.
Itu memang benar benar jemaah saya. Dan saya sangat mencintai mereka, tidak masalah," tandas Gus Iqdam sepewrti dalam unggahan video platform TikTok @JALUR LANGIT.

Sumber : Liputan6

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel